Shadow Word generated at Pimp-My-Profile.com
→ to get more interactive with Karla, please join her at FACEBOOK or TWITTER





Terima kasih telah mampir ke blog ini .... Terima kasih telah mampir ke blog ini ....




Sekilas Penulis --- Guestbook ---
Buy Karla's Books Online


Komentar lama di Chatbox ini akan otomatis terhapus. Untuk
meninggalkan komentar yg permanen, silahkan isi GUESTBOOK,
atau di READER'S COMMENT di setiap posting

   




Karla M. Nashar on Facebook




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, September 25, 2007
From Batavia With Love - Synopsis & Excerpt

Synopsis

Ketika Tara Medira mengunjungi museum, ia mulai mendapati serangkaian mimpi aneh. Mimpi yang mengantarnya pada sebuah sosok yang terjebak pada sebuah penantian yang panjang. sosok itu bernama Peter van Reissen, aristokrat muda Belanda yang datang ke Batavia pada tahun 1905. Dan di masa lalu itu, Pieter memiliki kisah cinta dengan gadis pribumi bernama Yasmin. Cinta Pieter dan Yasmin berkembang kuat, namun tragedi terjadi. Cinta telah direnggut paksa oleh orang-orang di sekitar mereka.

   Seratus tahun berlalu, dan takdirlah yang menemukan jiwa resah Pieter dengan Tara. Hingga akhirnya, di antara mereka mulai terjalin ikatan batin. Mungkinkah Tara jatuh cinta kepada Pieter? Adakah hubungan antara Tara dan Yasmin? Lalu apa yang membuat Pieter harus menunggu seratus tahun untuk menujudkan keinginan terakhirnya itu.

 

   

 

Excerpt

 

"I love thee with a love I seemed to lose

With my lost saints – I love thee with the breath.

Smiles, tears, of all my life! – and , if God choose,

I shall but love thee better after death."

Elizabeth  Barrett Browning 1806-1861

 

 

Pada masa tak berawal dan berakhir ini, asanya menanti dalam kegelisahan yang mendalam. Pada ruang tak bertepi dan berujung ini, jiwanya terpenjara dalam kehampaan yang mengikat. Sungguh, manakala asa dan jiwa ini masih terbalut raga, tak pernah terbersit sekali pun jika waktunya telah tiba ia harus berada dalam penantian panjang ini. Terombang-ambing dalam dua dunia yang tak dapat direngkuhnya dengan seutuhnya. Walau tak sepenuhnya mengerti, ia menerima takdirnya itu.

Kini disentuhnya tirai tahun demi tahun yang bergulir mengelilinginya — 10, 30, 50, 70 dan 90 tahun pun berlalu... Lama dan begitu dingin oleh kesunyian yang teramat menyesakkan kalbu. Semua rasa yang pernah dimilikinya dulu telah pudar termakan waktu. Hanya satu yang tersisa, yang membuatnya dapat terus bertahan dalam penantian panjang ini.

Cinta.

Ia masih memiliki cinta itu. Yang walau didera oleh guliran tahun demi tahun, namun kekuatannya semakin menguat dari yang pernah diingatnya dulu. Yang walau tak terjangkau lagi oleh jemarinya, hangatnya masih memenuhi setiap relung hatinya. Ia pernah dengan bodohnya meragukan cintanya itu. Pernah dalam kemarahannya memilih meninggalkan cintanya. Namun sungguh, ia telah membayar semua kesalahannya itu dan bersumpah akan melakukan apa pun untuk mendapatkan kembali cintanya.

Kini disentuhnya kembali tirai tahun demi tahun yang masih bergulir mengelilinginya — 93, 95, 97, 99 tahun pun telah berlalu... Debar itu datang menghentak kesadarannya. Mungkinkah akhir dari penantian panjangnya itu benar-benar akan datang menghampirinya? Dan cinta yang dulu pernah terlepas dari genggamannya akan menyapanya kembali?

Maka 99 tahun 7 bulan pun berlalu, lalu 99 tahun 9 bulan mulai bergulir menjauhinya. Pieter mendesah gelisah dalam ketidaksabaran yang semakin menyiksanya. Sebentar lagi, ia tahu itu, sebentar lagi semua penantian panjang ini akan berakhir. Seseorang akan datang membebaskan jiwanya dari semua ini. Seseorang akan membukakan jalannya untuk bersatu kembali dengan cintanya yang hilang dulu.  Dan seratus tahun itu akan segera tiba, begitu pula dengan kebebasannya.

Kini ia yakin itu...  

 

 ----------------------------------

 

 

     Sebuah undakan kecil menuju ke penjara bawah tanah segera ditelusuri Tara dengan cepat. Ruang-ruang penjara bawah tanah itu berjejer kosong. Jeruji-jeruji di jendelanya masih tampak kokoh terpasang walaupun pintu-pintunya sudah tidak ada lagi. Bahkan rantai-rantai tua itu juga masih ada yang tersisa. Tara berjalan perlahan menelusuri sambil melihat ke dalam ruangan-ruangan kosong yang gelap.

Di sebuah ruang penjara yang berada di deretan tengah, langkah Tara terhenti. Kejadian kemarin siang—saat matanya tak mau lepas menatap ke dalam ruangan gelap yang sedang dilewatinya selagi menunggu Pak Mahdi datang menjemput dengan payung—kini terulang kembali. Tak satu pun dapat dilihatnya di dalam ruang penjara bawah tanah yang gelap itu. Namun seperti kemarin, kini pun kedua matanya seakan ingin terus menatap ke dalam kegelapan itu.

Sesuatu yang aneh mulai bergetar di hatinya. Angin berhembus mempermainkan rambutnya yang tergerai. Rok batik panjang yang dikenakannya bergerak pelan mengikuti hembusan angin. Tara mendekapkan kedua tangannya di dada. Kaos cokelat tipis yang dipakainya saat itu seakan tak mampu menahan udara yang menjadi dingin.

Tiba-tiba mata Tara menangkap sebuah gerakan pelan di dalam ruang penjara bawah tanah yang berada di hadapannya itu. Tara memicingkan matanya, berusaha melihat ke dalam ruangan gelap itu. Perasaan aneh di hatinya semakin menguat. Ada seseorang di dalam sana, pikirnya yakin. Saat ia akan mendekati ruangan gelap di hadapannya itu, tiba-tiba gerakan yang dilihatnya tadi kembali tampak. Kini sebuah bayangan buram perlahan muncul dari kegelapan. Semakin lama semakin jelas. Dan ketika bayangan itu telah tampak seutuhnya, Tara hanya dapat berdiri tertegun di tempatnya. Tak mampu bergerak, tak mampu berkata-kata. Kedua matanya terkunci erat pada sepasang mata biru sedih yang sedang menatapnya itu. 

"Kom maar hier—kemarilah, Tara..."  

  

-----------------------------------

 

 "Bila aku mencintaimu,

bahkan waktu pun takkan berkuasa 'tuk  memupuskannya,

Seperti halnya raga yang takkan berdaya 'tuk memisahkannya.

Karena bila aku mencintaimu,

'kan kubuat para penjaga Surgawi menatap iri pada kesucian

nan abadi dari Cinta tak bersyarat yang kupersembahkan

hanya untukmu Kasih seorang."

 

 

Tanah perkuburan tua di pinggiran kota tua Den Haag itu tampak menyala dalam selimut daun-daun gugur dengan degradasi warna merah oranye yang indah. Terlihat begitu kontras dengan suasana sepi dan udara dingin yang membalut alam saat itu. Satu, dua lembar daun mati kembali jatuh tertiup angin senja yang mampu membekukan ujung jemari. Sesekali terdengar gemeretak pohon-pohon gundul yang tak berhasil melawan hembusan angin yang menyapu ranting-ranting kurus mereka yang hampir seluruhnya telanjang setelah ditinggalkan daun-daun yang telah mulai berjatuhan semenjak awal musim gugur datang menyapa muka bumi ini. Di kejauhan tampak sebuah kincir angin tua yang hanya bergeming malas ketika angin bertiup datang menyapanya.

Di salah satu sisi perkuburan itu tampak seorang lelaki tua dalam balutan sweater  memudar sedang berusaha keras menyapu guguran daun yang menumpuk menutupi jalan setapak itu. Berkali-kali ujung sapunya terangkat menyapu permukaan jalan, namun berkali-kali pula daun-daun nakal itu kembali berebut menutupinya saat angin berembus. Tak ada keputusasaan di wajah keriput lelaki tua itu. Sekilas ia justru bagaikan sedang menikmati candaannya bersama gemerisik ribut daun-daun kering yang berdansa di ujung sapunya itu....

 

 

------------------------------------------------ 

 

Back to : HOME

 


Posted at 11:28 am by LALA

nimas
January 6, 2008   03:06 PM PST
 
well,,, mbak karla..

apik tenan ya novelnya,,

aku suka waktu mbak mengupas tentang Batavia,, tempat2nya...

pengen liat cerita nya dalam versi visual...

di pasang di YouTube aja piye?

gambar mars dan minerva,, penasaran abis...

cinta... cinta... entah
LALA
January 8, 2008   10:45 PM PST
 
To NIMAS
coba nanti tak utak-atik dulu deh... tks for the idea anyway...
Name
May 26, 2008   10:17 PM PDT
 
kak..bagus baged novelnya!!!bikin dong filmnya kak..bagus bgd!
nona_garfy
October 13, 2008   06:21 PM PDT
 
Mba Karla.. aku suka banget sama novelnya. Kebetulan aku juga suka banget sama sejarah. Aku jadi punya imajinasi sendiri ketika baca novel ini. Pikiran ku selalu melayang ke jaman penjajahan tapi bukan kompeninya tapi lebih ke setting tempatnya. Sebenernya cerita ini pure imajinasi mba karla atau mungkin ada hal lain? Dan kebetulan lagi aku sangat suka berkunjung ke museum Fatahillah..dan believe it or not, aku merasakan apa yang Maddy rasakan saat disana..
LALA
October 19, 2008   02:04 PM PDT
 
to ELLA
Wah, tak cari dulu ya produser dr hollywood yg mau ngebiayain...he..he..

to NONA_GARFY
Cuma imajinasi kok... Jadi sering ya ke Fatahillah? Nggak heran kalo kamu bisa ngerasain yg Maddy rasain... tapi hati2 loh! Siapa tahu bener2 ketemu Pieter... he...he...
LALA
December 1, 2008   09:09 PM PST
 
to DEE
Mudah2an suka juga ya, walaupun genrenya berbeda... Iya, silahkan aja kalau mau dicopas...
Lona
March 8, 2009   09:59 PM PDT
 
novel2nya keren2 bgt.. hehehe.. yang forever yours bgs deh.. apalagi yang love, hyate and hocus-pocus, topp, kalo yang bellamore sedih bgt ceritanya. hehehe..
LALA
March 14, 2009   11:43 AM PDT
 
to LONA
Makasih sdh mampir. Senang dengar kamu enjoy semua novel saya...
Sophie JJ
November 16, 2009   12:55 PM PST
 
MB Cari novelnya susah amat c....
aku uda keliling gramed n toko buku ga ada yang jual.
hiqz..
LALA
November 16, 2009   04:14 PM PST
 
to Sophie
Ini bukan termasuk Metropop ya... Mungkin bisa kamu coba beli online.
Sophie JJ
November 19, 2009   12:53 PM PST
 
Hi Mb.Lala,

Iya, hari ini pesenan novel FBWL udah sampe di hum ku, aku jadinya beli OL cuz ga ada dimana".hehe
ga sabar mau baca nie novel.hehe
Sophie JJ
November 23, 2009   12:34 PM PST
 
Hi Mb.Lala,

Aku udah baca pe abiz nie, bagus bgd ceritanya. Endingnya OK bgd deh.
Oya aku jadi mau mampir ke Museum Fatahila nie gara - gara FBWL.=)
LALA
December 5, 2009   02:31 PM PST
 
to Sophie

Tks yaa... Cheers!
LALA
December 26, 2009   01:20 PM PST
 
to VHEA
Makasih :))
kris
October 15, 2011   08:39 PM PDT
 
mbak karla aku suka banget sama from batavia with love.. aku kan nyewa di book rental n suka banget.. aku pgn beli bukunya tapi d gramed udah g ada.. gimana ya mbak caranya biar bisa dapat buku itu sekarang.. rasanya ngebaca sekali tu g cukup.. pingin memiliki tu buku.. mbak aku suka banget m sejarah. suka bgt mbak karla waktu nyeritain tempat2 sejarah d jkt gitu... n juga suka banget ma karakter pieter nya.. bener2 bisa membangkitkan imajinasi novel ini
Fiqih
December 21, 2013   08:41 PM PST
 
Kak.. Sumpah aku pngn banget baca buku ini., aku juga baru tau n baca synopsisnya taun lalu, gimana cara dapetin buku FBWL..? :( secara ni udah lama bgt kak terbitnya..
Putu Eka Ratna Wulandari
January 13, 2014   03:13 PM PST
 
Kak, novel From Batavia With Love ini nggak dicetak ulang ya? Novel2 yang lain kok dicetak lagi. Saya nggak bisa nemuin novel ini di tobuk.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry